Batman Begins - Help Select

Wednesday, October 30, 2013

Struktur Protokol Jaringan Model OSI 

OSI adalah singakatan dari Open Systems Interconnection. OSI dikembangkan oleh ISO (International Organization for Standardization). Dalam model struktur protokol OSI, protokol dibagi ke dalam tujuh lapis layanan. Dalam Struktur model yang berlapis ini, setiap lapis protokol akan melaksanakan bagian-bagian dari keseluruhan fungsi yang diperlukan dalam komunikasi data. Setiap lapis protokol akan diikuti oleh lapis protokol yang lebih rendah berikutnya untuk melaksanakan fungsi-fungsi yang lebih sederhana. Setiap lapis protokol yang lebih rendah memberikan layanan bagi lapis di atasnya. Perubahan yang terjadi dalam sebuah lapis tidak mempengaruhi lapis lainnya.
Lapis (layer) layanan dalam protokol model OSI adalah sebagai berikut.
1. Application layer
Lapis application layer bertanggung jawab memberikan layanan-layanan aplikasi bagi para pemakai akhir (end users), misal aplikasi FTP dan SMTP (e-mail).
2. Presentation layer
Lapis presentation layer bertanggung jawab memberikan 2 macam layanan, yaitu:
  • Translasi
Translasi diperlukan karena sistem pengkodean pada setiap komputer para pemakai bersifat spesifik (berbeda-beda) sehingga perlu translasi menjadi kode dalam standar Internasional.
  • Proses enkripsi dan kompresi data
Lapis presentation layer juga bertanggung jawab terhadap enkripsi dan kompresi data, meskipun juga akan ditangani oleh lapis lainnya.
3. Session layer
Lapis session layer bertanggung jawab memberikan 2 macam layanan, yaitu:
  • Mengelola proses komunikasi dua arah, misal “sessions” komunikasi. Sebagai contoh: ketika seseorang mengambil uang dari mesin ATM, berarti orang tersebut telah berpartisipasi dalam sebuah “session”.
  • Memberikan layanan sinkronisasi
4. Transport Layer
Setiap data/informasi yang dikirim melalui media komunikasi dalam jaringan akan diubah ke dalam bentuk unit-unit yang dapat dikelola yang disebut sebagai paket (packet). Lapis protokol transport layer bertanggung jawab untuk membuat paket-paket tersebut yang memuat data, alamat, urutan, serta mekanisme kontrol kesalahan (error control) terhadap data-data/informasi yang dikomunikasikan.
5. Network layer
Lapis network layer bertanggung jawab terhadap pengiriman paket-paket (pada lapis yang lebih rendah) dalam dua hal, yaitu:
  • menambahkan alamat jaringan dan informasi lainnya kedalam paket yang dikirmkan,
  • membuat keputusan rute yang harus dilalui oleh paket yang ditransmisikan melewati banyak jaringan.
6. Data link layer
Lapis data link layer bertanggung jawab dalam 2 hal, yaitu:
  • memberikan petunjuk kepada paket dalam melewati link dalam jaringan,
  • memberika “frame” pada paket yang dikirimkan, yaitu dengan menambahkan alamat fisik tujuan ke dalam paket.

    Struktur Protokol Jaringan Model OSI 

7. Physical layer
Lapis physical layer bertanggung jawab melakukan translasi secara fisik dari informasi yang terkandung di dalam paket menjadi jalur sinyal secara aktual, sebagai contoh, bit 0 dan 1 dapat berarti tegangan positif/negatif atau tegangan rendah/tinggi. Lapis ini tidak menambahkan informasi apapun ke dalam paket yang diperoleh dari lapis di atasnya.
Secara lebih jelas, gambar 1 menampilkan lapis layanan dalam struktur protokol model OSI/ISO. Sedangkan gambar 2 menampilkan lapis protokol dan lingkungannya dalam struktur protokol model OSI.
Lapis layanan dalam struktur protokol model OSI/ISO
Lapis layanan dalam struktur protokol model OSI/ISO
Lapis layanan dan lingkungannya dalam protokol model OSI
Lapis layanan dan lingkungannya dalam protokol model OSI

 

Friday, October 4, 2013

Setting ipaddress melalui gui/Desktop

1.klik toolbars icon ==>administration==>Networking
2.Ketikan password root …….
3.Klick connection==>ethernet connection==>klik toolbars properties.
4.jangan lupa centang pada enable this connection.
5.Connection settings
==>Pada configuration pilih static ipaddress.
==>setting ipaddress :192.168.10.17 {terserah}
==>setting subnetmask :255.255.255.0 {untuk kelas C}
==>setting Gateway address :192.168.10.1 {sesuaikan jaringan anda}
==>klik toolbars ok

 
 Setting ipaddress melalui Terminal
 
Langkah pertama yang harus kita siapkan adalah. Sebuah PC atau sejenisnya, dan tentunya didalamnya telah ter-install linux debian :D


  • Selanjutnya, setelah PC dihidupkan, segera masuk sebagai ROOT.
  • Kali ini saya coba ajarkan dengan metode text aja. Oke gan.. J
  • Press ctrl + Alt + F1 saat selesai booting.
  • Ketiksuataurootlalu enter *tanpa tanda petik.
  • Lalu isikan password root yang telah di isikan pada saat pertama install debian
  • Setelah berhasil masuk, dan terdapat tanda#”,
  • segera masukan perintahcd /etc/network
  • yang artinya file yang akan di masukan IP terdapat pada folder etc dan pada direktori network.
  • Kemudian masukan perintah ls” yang berfungsi untuk melihat isi dari direktori tersebut.
  • Setelah itu akan terlihat file “interfacesdan lain sebagainya, berarti langkah ini sudah mulai berhasil.
  • Nah, agan-agan semua, untuk setingan IP terdapat pada file interfaces tersebut.
  • Kemudian, masukan perintah lagi
  • #nano(space)interfaces”  *perhatikan besar kecilnya huruf, karna sangat berpengaruh.
  • Kemudian akan tampil berbagai tulisan di dalamnya.
  • Maka langsung saja hapus semua agar tidak membingungkan bagi orang yang belajar pemula.
  • Dan gantilah isinya sebagai berikut.
auto lo

iface lo inet loopback

auto eth0

iface eth0 inet static

  address 192.168.1.1

  netmask 255.255.255.0

  network 192.168.1.0

  broadcast 192.168.1.255

  gateway 192.168.1.1

  • Setelah di konfigurasi seperti tadikini akan saya jelaskan maksudnya.
    auto lo 
    iface lo inet loopback
    auto eth0  *eth0 disesuakan dengan lan card yang aktif
    Iface eth0 inet static  *static adlah setingan untuk ip manual
      address 192.168.1.1  *ini adlah ip komputer kita
      netmask 255.255.255.0  *menunjukan kelas apa pada jaringan kita
      network 192.168.1.0  *ip network yng harus ada dan sesuai dngn netmask
      broadcast 192.168.1.255  *ip broadcast kita
      gateway 192.168.1.1  *ip gateway. Atau ip gerbang kita

  • Oke, setelah paham. Kita lanjutkan lagi langkah-langkahnya
  • Kemudian save dan exit “ctrl + x lalu y, enter
  • Maka selesai sudah konfigurasi. Namun belum dapat digunakan.
  • Agar IP dapat bekerja, maka perlu direstart. Namun bukan direstart komputernya(kelamaan :D).  Caranya :
  • #/etc/init.d/networking(space)restart
  • kemudian enter.
  • Nah sbat semua, kini sudah terkonfigurasi Ipnya. 192.168.1.1
  • Untuk menge-test #ping(space)192.168.1.1
  •  bila berhasil, maka akan ada balasanReplay 
 


 susunan direktory linux debian







Thanks for :http://tekaje-cisco.blogspot.com
                  http://maxsinoda.wordpress.com
                  http://diahnurhalizah.wordpress.com
                   

Thursday, October 3, 2013

Pengertian Router

Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini, ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain.


misalnya jika pada suatu perangkat jaringan (komputer) memiliki IP Adress 192.168.0.1, maka agar komputer lain dapat berkomunikasi, harus diberikan IP Address dengan Network Identification 192.168.0 dan dengan Host Identification 2-254, contoh 192.168.0.10, 192.168.0.11 dan seterusnya.
Permasalahan akan muncul ketika perangkat jaringan yang terhubung sangat banyak (biasanya di atas 20 perangkat), seorang administrator akan dipaksa berkeliling untuk mensetting IP Address tiap host, Oleh karenanya kita dapat menggunakan Router.
Jenis-jenis Router
1. Router Aplikasi
2. Router Hardware
3. Router PC
Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat kita instal pad sistem operasi, sehingga sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan seperti router, contoh aplikasi ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate, WinProxy dan lain-lain.
Router Hardware adalah merupakan hardware yang memiliki kemampuan sepertiu router, sehingga dari hardware tersebut dapat memancarkan atau membagi IP Address dan men-sharing IP Address, pada prakteknya Router hardware ini digunakan untuk membagi koneksi internet pada suatu ruang atau wilayah, contoh dari router ini adalah access point, wilayah yang dapat mendapat Ip Address dan koneksi internet disebut Hot Spot Area.
Router PC adalah Sistem Operasi yang memiliki fasilitas untuk membagi dan mensharing IP Address, jadi jika suatu perangkat jaringan (pc) yang terhubung ke komputer tersebut akan dapat menikmati IP Address atau koneksi internet yang disebarkan oleh Sistem Operasi tersebut, contoh sistem operasi yang dapat digunakan adalah semua sistem operasi berbasis client server, semisal Windows NT, Windows NT 4.0, Windows 2000 server, Windows 2003 Server, MikroTik (Berbasis Linux), dan lain-lain.


Thanks for : komputerdasar.blogspot.com