TUGAS MAKALAH FIREWALL
Nama : M.Jiwandono
kelas : XII TKJ
kelas : XII TKJ
SMK N 1 JEPARA
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa kita
panjatkan kehadirat Allah Swt karena atas limpahan rahmat dan hidayahnyalah
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mata pelajaran “ teknik
komputer & jaringan ”, dengan judul makalah “firewall” dengan baik dan
tepat pada waktu yag di tentukan.
Terimakasih penulis haturkan kepada
Orang Tua, Guru, serta teman – teman yang telah ikut membantu dalam penyusunan
makalah ini. Baik bantuan berupa moril maupun material, karena tanpa bantuan
dan dukungan dari mereka makalah ini tidak akan terlaksana dengan baik.
Penulis menyadari makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan, karena kritik dan saran yang membangun senantiasa
penulis harapkan demi terlaksananya laporan selanjutnya yang lebih baik.
Demikianlah, apabila ada tutur kata
yang tidak berkenan di hati pembaca mohon di maafkan sebagaimana penulis
hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan. Kesempurnaan hanya
milik Allah. Semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis dan terlebih
bagi pembaca.
Jepara, 10 Oktober 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar......................................................................................................................1
Daftar
isi...............................................................................................................................2
Bab 1. Pendahuluan
1.1 Latar
belakang......................................................................................................................3
1.2 Tujuan..................................................................................................................................3
1.3 Rumusan
masalah................................................................................................................3
1.4 Manfaat................................................................................................................................3
Bab 11. Pembahasan
2.1 pengertian firewall serta jenis – jenis
firewall................................................4
2.2 fungsi – fungsi
firewall.......................................................................................5
2.3 cara kerja
firewall...............................................................................................9
Bab 111. Penutup
3.1
kesimpulan........................................................................................................12
3.2
saran..................................................................................................................12
Daftar
pustaka....................................................................................................................13
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 latar belakang
Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang
mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan
mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah firewall
diimplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu
gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses
terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall
menjadi istilah generik yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar
dua jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki
akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan korporat di dalamnya, maka
perlindungan terhadap aset digital perusahaan tersebut dari serangan para hacker, pelaku spionase, ataupun pencuri data lainnya, menjadi esensial.
Karena kurangnya pengetahuan
tentang firewall maka penulis mengangkat materi tentang firewall untuk membantu
pembaca mengetahui tentang firewall.
1.2 tujuan
1
. agar pembaca dapat mengetahui tentang
firewall dan jenis – jenisnya
2. agar pembaca dapat mengetahui tentang fungsi
firewall
3. agar pembaca dapat mengetahui tentang cara
kerja firewall
1.3 rumusan masalah
1.
jelaskan pengertian firewall dan jenis – jenisnya
2.
sebutkan dan jelaskan fungsi – fungsi firewall
3.
jelaskan cara kerja firewall
1.4 manfaat
1. pembaca dapat
mengetahui tentang firewall dan jenis – jenisnya
2.
pembaca dapat mengetahui tentang fungsi firewall
3.
pembaca dapat mengetahui tentang cara kerja firewall
BAB 11
PEMBAHASAN
FIREWALL
Firewall adalah sebuah sistem
atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk
melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah firewall
diimplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu
gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses
terhadap jaringan pribadi dari pihak luar.
Firewall terbagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut:
·Personal Firewall: Personal Firewall didesain untuk
melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang tidak
dikehendaki. Firewall jenis ini akhir-akhir ini berevolusi menjadi sebuah
kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan komputer secara total, dengan
ditambahkannya beberapa fitur pengaman tambahan semacam perangkat proteksi terhadap virus, anti-spyware, anti-spam,
dan lainnya..
·Network Firewall: Network Firewall didesain untuk
melindungi jaringan secara keseluruhan dari berbagai serangan. Umumnya dijumpai
dalam dua bentuk, yakni sebuah perangkat terdedikasi atau sebagai sebuah perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sebuah server. Contoh dari firewall ini adalah Microsoft Internet Security and Acceleration Server (ISA Server), Cisco PIX, Cisco ASA, IPTables dalam sistem operasi GNU/Linux, pf dalam keluarga sistem
operasi Unix BSD, serta SunScreen dari Sun Microsystems, Inc. yang dibundel dalam sistem operasi Solaris. Network Firewall secara umum memiliki
beberapa fitur utama, yakni apa yang dimiliki oleh personal firewall (packet
filter firewall dan stateful firewall), Circuit Level Gateway, Application
Level Gateway, dan juga NAT Firewall. Network Firewall umumnya
bersifat transparan (tidak terlihat) dari pengguna dan menggunakan teknologi routing untuk menentukan paket mana yang
diizinkan, dan mana paket yang akan ditolak.
Secara fundamental, firewall dapat melakukan hal-hal berikut:
- Melakukan autentikasi terhadap akses
- Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
- Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator
Fungsi pertama yang dapat dilakukan oleh
firewall adalah firewall harus dapat mengatur dan mengontrol lalu lintas
jaringan yang diizinkan untuk mengakses jaringan privat atau komputer yang
dilindungi oleh firewall. Firewall melakukan hal yang demikian, dengan melakukan
inspeksi terhadap paket-paket dan memantau koneksi yang sedang dibuat, lalu
melakukan penapisan (filtering) terhadap koneksi berdasarkan hasil
inspeksi paket dan koneksi tersebut.
Inspeksi paket ('packet inspection)
merupakan proses yang dilakukan oleh firewall untuk 'menghadang' dan memproses
data dalam sebuah paket untuk menentukan bahwa paket tersebut diizinkan atau
ditolak, berdasarkan kebijakan akses (access policy) yang diterapkan
oleh seorang administrator. Firewall, sebelum
menentukan keputusan apakah hendak menolak atau menerima komunikasi dari luar,
ia harus melakukan inspeksi terhadap setiap paket (baik yang masuk ataupun yang
keluar) di setiap antarmuka dan membandingkannya dengan daftar kebijakan akses.
Inspeksi paket dapat dilakukan dengan melihat elemen-elemen berikut, ketika
menentukan apakah hendak menolak atau menerima komunikasi:
·
Informasi header-header yang disimpan dalam paket
Agar dua host TCP/IP dapat saling
berkomunikasi, mereka harus saling membuat koneksi antara satu dengan lainnya.
Koneksi ini memiliki dua tujuan:
1. Komputer dapat
menggunakan koneksi tersebut untuk mengidentifikasikan dirinya kepada
komputer lain, yang meyakinkan bahwa sistem lain yang tidak membuat koneksi
tidak dapat mengirimkan data ke komputer tersebut. Firewall juga dapat
menggunakan informasi koneksi untuk menentukan koneksi apa yang diizinkan oleh
kebijakan akses dan menggunakannya untuk menentukan apakah paket data tersebut
akan diterima atau ditolak.
2. Koneksi digunakan untuk
menentukan bagaimana cara dua host tersebut akan berkomunikasi antara satu
dengan yang lainnya (apakah dengan menggunakan koneksi connection-oriented,
atau connectionless).
Kedua tujuan tersebut dapat digunakan
untuk menentukan keadaan koneksi antara dua host tersebut, seperti halnya cara
manusia bercakap-cakap. Jika Amir bertanya kepada Aminah mengenai sesuatu, maka
Aminah akan meresponsnya dengan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan yang
diajukan oleh Amir; Pada saat Amir melontarkan pertanyaannya kepada Aminah,
keadaan percakapan tersebut adalah Amir menunggu respons dari Aminah.
Komunikasi di jaringan juga mengikuti cara yang sama untuk memantau keadaan
percakapan komunikasi yang terjadi.
Ketika sebuah firewall menggabungkan stateful
inspection dengan packet inspection, maka firewall tersebut
dinamakan dengan Stateful Packet Inspection (SPI). SPI merupakan proses
inspeksi paket yang tidak dilakukan dengan menggunakan struktur paket dan data
yang terkandung dalam paket, tapi juga pada keadaan apa host-host yang saling
berkomunikasi tersebut berada. SPI mengizinkan firewall untuk melakukan
penapisan tidak hanya berdasarkan isi paket tersebut, tapi juga berdasarkan
koneksi atau keadaan koneksi, sehingga dapat mengakibatkan firewall memiliki
kemampuan yang lebih fleksibel, mudah diatur, dan memiliki skalabilitas dalam
hal penapisan yang tinggi.
Salah satu keunggulan dari SPI
dibandingkan dengan inspeksi paket biasa adalah bahwa ketika sebuah koneksi
telah dikenali dan diizinkan (tentu saja setelah dilakukan inspeksi), umumnya
sebuah kebijakan (policy) tidak dibutuhkan untuk mengizinkan komunikasi balasan
karena firewall tahu respons apa yang diharapkan akan diterima. Hal ini
memungkinkan inspeksi terhadap data dan perintah yang terkandung dalam sebuah
paket data untuk menentukan apakah sebuah koneksi diizinkan atau tidak, lalu
firewall akan secara otomatis memantau keadaan percakapan dan secara dinamis
mengizinkan lalu lintas yang sesuai dengan keadaan. Ini merupakan peningkatan
yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan firewall dengan inspeksi paket
biasa. Apalagi, proses ini diselesaikan tanpa adanya kebutuhan untuk
mendefinisikan sebuah kebijakan untuk mengizinkan respons dan komunikasi
selanjutnya. Kebanyakan firewall modern telah mendukung fungsi ini.
Fungsi fundamental firewall yang kedua
adalah firewall dapat melakukan autentikasi terhadap akses.
Protokol TCP/IP dibangun dengan premis
bahwa protokol tersebut mendukung komunikasi yang terbuka. Jika dua host saling
mengetahui alamat IP satu sama lainnya, maka mereka diizinkan untuk saling
berkomunikasi. Pada awal-awal perkembangan Internet, hal ini boleh dianggap
sebagai suatu berkah. Tapi saat ini, di saat semakin banyak yang terhubung ke
Internet, mungkin kita tidak mau siapa saja yang dapat berkomunikasi dengan
sistem yang kita miliki. Karenanya, firewall dilengkapi dengan fungsi
autentikasi dengan menggunakan beberapa mekanisme autentikasi, sebagai berikut:
·
Firewall dapat meminta input dari pengguna mengenai nama pengguna (user
name) serta kata kunci (password). Metode ini sering disebut sebagai extended
authentication atau xauth. Menggunakan xauth pengguna yang mencoba untuk
membuat sebuah koneksi akan diminta input mengenai nama dan kata kuncinya
sebelum akhirnya diizinkan oleh firewall. Umumnya, setelah koneksi diizinkan
oleh kebijakan keamanan dalam firewall, firewall pun tidak perlu lagi
mengisikan input password dan namanya, kecuali jika koneksi terputus dan
pengguna mencoba menghubungkan dirinya kembali.
·
Metode kedua adalah dengan menggunakan sertifikat digital dan kunci publik. Keunggulan metode ini dibandingkan dengan metode pertama adalah proses
autentikasi dapat terjadi tanpa intervensi pengguna. Selain itu, metode ini lebih
cepat dalam rangka melakukan proses autentikasi. Meskipun demikian, metode ini
lebih rumit implementasinya karena membutuhkan banyak komponen seperti halnya
implementasi infrastruktur kunci publik.
·
Metode selanjutnya adalah dengan menggunakan Pre-Shared Key (PSK) atau
kunci yang telah diberitahu kepada pengguna. Jika dibandingkan dengan
sertifikat digital, PSK lebih mudah diimplenentasikan karena lebih sederhana,
tetapi PSK juga mengizinkan proses autentikasi terjadi tanpa intervensi
pengguna. Dengan menggunakan PSK, setiap host akan diberikan sebuah kunci yang
telah ditentukan sebelumnya yang kemudian digunakan untuk proses autentikasi.
Kelemahan metode ini adalah kunci PSK jarang sekali diperbarui dan banyak
organisasi sering sekali menggunakan kunci yang sama untuk melakukan koneksi
terhadap host-host yang berada pada jarak jauh, sehingga hal ini sama saja
meruntuhkan proses autentikasi. Agar tercapai sebuah derajat keamanan yang
tinggi, umumnya beberapa organisasi juga menggunakan gabungan antara metode PSK
dengan xauth atau PSK dengan sertifikat digital.
Salah satu tugas firewall adalah
melindungi sumber daya dari ancaman yang mungkin datang. Proteksi ini dapat
diperoleh dengan menggunakan beberapa peraturan pengaturan akses (access
control), penggunaan SPI, application proxy, atau kombinasi dari semuanya untuk
mencegah host yang dilindungi dapat diakses oleh host-host yang mencurigakan
atau dari lalu lintas jaringan yang mencurigakan. Meskipun demikian, firewall
bukanlah satu-satunya metode proteksi terhadap sumber daya, dan mempercayakan
proteksi terhadap sumber daya dari ancaman terhadap firewall secara eksklusif
adalah salah satu kesalahan fatal. Jika sebuah host yang menjalankan sistem
operasi tertentu yang memiliki lubang keamanan yang belum ditambal dikoneksikan
ke Internet, firewall mungkin tidak dapat mencegah dieksploitasinya host
tersebut oleh host-host lainnya, khususnya jika exploit tersebut menggunakan
lalu lintas yang oleh firewall telah diizinkan (dalam konfigurasinya).
Pada bentuknya yang paling sederhana,
sebuah firewall adalah sebuah router atau komputer yang dilengkapi dengan dua buah NIC
(Network Interface Card, kartu antarmuka jaringan) yang mampu melakukan
penapisan atau penyaringan terhadap paket-paket yang masuk. Perangkat jenis ini umumnya disebut dengan packet-filtering
router.
Firewall jenis ini bekerja dengan cara
membandingkan alamat sumber dari paket-paket tersebut dengan kebijakan
pengontrolan akses yang terdaftar dalam Access Control List firewall, router tersebut akan mencoba memutuskan apakah hendak meneruskan
paket yang masuk tersebut ke tujuannya atau menghentikannya. Pada bentuk yang
lebih sederhana lagi, firewall hanya melakukan pengujian terhadap alamat IP atau nama domain yang menjadi sumber paket dan akan menentukan apakah hendak meneruskan
atau menolak paket tersebut. Meskipun demikian, packet-filtering router tidak
dapat digunakan untuk memberikan akses (atau menolaknya) dengan menggunakan
basis hak-hak yang dimiliki oleh pengguna.
Firewall jenis lainnya adalah
Circuit-Level Gateway, yang umumnya berupa komponen dalam sebuah proxy server. Firewall jenis ini beroperasi pada level yang lebih tinggi dalam model referensi tujuh lapis OSI (bekerja pada lapisan sesi/session layer) daripada Packet Filter Firewall.
Modifikasi ini membuat firewall jenis ini berguna dalam rangka menyembunyikan
informasi mengenai jaringan terproteksi, meskipun firewall ini tidak melakukan
penyaringan terhadap paket-paket individual yang mengalir dalam koneksi.
Firewall jenis lainnya adalah Application
Level Gateway (atau Application-Level Firewall atau sering juga disebut sebagai
Proxy Firewall), yang umumnya juga merupakan komponen dari sebuah proxy server.
Firewall ini tidak mengizinkan paket yang datang untuk melewati firewall secara
langsung. Tetapi, aplikasi proxy yang berjalan dalam komputer yang menjalankan
firewall akan meneruskan permintaan tersebut kepada layanan yang tersedia dalam
jaringan privat dan kemudian meneruskan respons dari permintaan tersebut kepada
komputer yang membuat permintaan pertama kali yang terletak dalam jaringan
publik yang tidak aman.
NAT (Network Address Translation) Firewall secara otomatis menyediakan
proteksi terhadap sistem yang berada di balik firewall karena NAT Firewall
hanya mengizinkan koneksi yang datang dari komputer-komputer yang berada di
balik firewall. Tujuan dari NAT adalah untuk melakukan multiplexing
terhadap lalu lintas dari jaringan internal untuk kemudian menyampaikannya
kepada jaringan yang lebih luas (MAN, WAN atau Internet) seolah-olah paket
tersebut datang dari sebuah alamat IP atau beberapa alamat IP. NAT Firewall
membuat tabel dalam memori yang mengandung informasi mengenai koneksi yang
dilihat oleh firewall. Tabel ini akan memetakan alamat jaringan internal ke
alamat eksternal. Kemampuan untuk menaruh keseluruhan jaringan di belakang
sebuah alamat IP didasarkan terhadap pemetaan terhadap port-port dalam NAT
firewall.
Lihat juga: Network Address Translation
Stateful Firewall merupakan sebuah
firewall yang menggabungkan keunggulan yang ditawarkan oleh packet-filtering
firewall, NAT Firewall, Circuit-Level Firewall dan Proxy Firewall dalam satu
sistem. Stateful Firewall dapat melakukan filtering terhadap lalu lintas
berdasarkan karakteristik paket, seperti halnya packet-filtering firewall, dan
juga memiliki pengecekan terhadap sesi koneksi untuk meyakinkan bahwa sesi
koneksi yang terbentuk tersebut diizinlan. Tidak seperti Proxy Firewall atau
Circuit Level Firewall, Stateful Firewall umumnya didesain agar lebih
transparan (seperti halnya packet-filtering firewall atau NAT firewall).
Tetapi, stateful firewall juga mencakup beberapa aspek yang dimiliki oleh
application level firewall, sebab ia juga melakukan inspeksi terhadap data yang
datang dari lapisan aplikasi (application layer) dengan menggunakan layanan
tertentu. Firewall ini hanya tersedia pada beberapa firewall kelas atas,
semacam Cisco PIX. Karena menggabungkan keunggulan jenis-jenis firewall
lainnya, stateful firewall menjadi lebih kompleks.
Virtual Firewall adalah sebutan untuk
beberapa firewall logis yang berada dalam sebuah perangkat fisik (komputer atau
perangkat firewall lainnya). Pengaturan ini mengizinkan beberapa jaringan agar
dapat diproteksi oleh sebuah firewall yang unik yang menjalankan kebijakan
keamanan yang juga unik, cukup dengan menggunakan satu buah perangkat. Dengan
menggunakan firewall jenis ini, sebuah ISP (Internet Service Provider) dapat menyediakan layanan firewall kepada para pelanggannya, sehingga mengamankan
lalu lintas jaringan mereka, hanya dengan menggunakan satu buah perangkat. Hal
ini jelas merupakan penghematan biaya yang signifikan, meski firewall jenis ini
hanya tersedia pada firewall kelas atas, seperti Cisco PIX 535.
Transparent Firewall (juga dikenal sebagai bridging firewall) bukanlah
sebuah firewall yang murni, tetapi ia hanya berupa turunan dari stateful
Firewall. Daripada firewall-firewall lainnya yang beroperasi pada lapisan IP ke
atas, transparent firewall bekerja pada lapisan Data-Link Layer, dan kemudian
ia memantau lapisan-lapisan yang ada di atasnya. Selain itu, transparent
firewall juga dapat melakukan apa yang dapat dilakukan oleh packet-filtering
firewall, seperti halnya stateful firewall dan tidak terlihat oleh pengguna
intinya, transparent firewall bekerja sebagai sebuah bridge yang bertugas untuk
menyaring lalu lintas jaringan antara dua segmen jaringan. Dengan menggunakan transparent
firewall, keamanan sebuah segmen jaringan pun dapat diperkuat, tanpa harus
mengaplikasikan NAT Filter. Transparent Firewall menawarkan tiga buah
keuntungan, yakni sebagai berikut:
- Konfigurasi yang mudah (bahkan beberapa produk mengklaim sebagai "Zero Configuration"). Hal ini memang karena transparent firewall dihubungkan secara langsung dengan jaringan yang hendak diproteksinya, dengan memodifikasi sedikit atau tanpa memodifikasi konfigurasi firewall tersebut. Karena ia bekerja pada data-link layer, pengubahan alamat IP pun tidak dibutuhkan. Firewall juga dapat dikonfigurasikan untuk melakukan segmentasi terhadap sebuah subnet jaringan antara jaringan yang memiliki keamanan yang rendah dan keamanan yang tinggi atau dapat juga untuk melindungi sebuah host, jika memang diperlukan.
- Kinerja yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh firewall yang berjalan dalam lapisan data-link lebih sederhana dibandingkan dengan firewall yang berjalan dalam lapisan yang lebih tinggi. Karena bekerja lebih sederhana, maka kebutuhan pemrosesan pun lebih kecil dibandingkan dengan firewall yang berjalan pada lapisan yang tinggi, dan akhirnya performa yang ditunjukannya pun lebih tinggi.
- Tidak terlihat oleh pengguna (stealth).
BAB 111
PENUTUP
3.1 kesimpulan
1. firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan
yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah firewall
diimplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu
gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses
terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall
menjadi istilah generik yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar
dua jaringan yang berbeda.
a. Personal firewall
b. Network firwall
4.
Fungsi
firewall
a.
Mengatur dan
mengontrol lalu lintas jaringan
b.
Melindungi
sumber daya dalam jaringan privat
5.
Cara kerja
firewall
a.
Packet
–filter firewall
b.
Circuit-level
gateway
c.
Aplication
leve firewall
d.
NAT firewall
e.
Stateful
firewall
f.
Virtual
firewall
g.
Transparent
firewall
3.2 saran
Diharapkan
kepada pembaca agar memberikan kritik dan saran yang membangun baik dari segi
sistematika maupun dari segi isi,setelah membaca makalah ini semog dapat
bermanfaat bagi penulis dan pembaca
DAFTAR PUSTAKA